Ketangkulnya Kurir Narkoba Internasional Asal Siantar




Petugas Badan Narkotik Nasional (BNN) menggagalkan penyelundupan sabu asal Siantar, Sumatera Utara yang dibawa ke Jakarta melalui jalur darat. Dalam pengungkapan itu selain mengamankan barang bukti narkoba seberat 8,49 Kg, petugas juga menangkap empat tersangkanya, yakni AMP, IN, J dan BA.

“Untuk mengelabuhi petugas, tersangka memasukannya ke dalam ban serep,” kata Kepala Humas BNN Kombes pol Sumirat di kantornya Selasa (16/7).Dikatakan oleh Sumitar, paket
sabu itu dibawa oleh IN dan AMP atas suruhan seorang yang berada di Pasar Mereng Kisaran, Sumatera Utara untuk diberikan kepada J, yang ada di Jakarta. Barang haram itu sengaja disembunyikan di ban serep mobil Avanza hitam dengan tujuan agar tidak dicurigai petugas.

Memang benar pada perjalanan itu aman sampai di Jakarta 10 Juli . Kedua pria itupun langsung chek in di satu hotel kawasan Sunter Jakarta Utara.
“Di hotel tersebut mereka langsung membongkar ban serep berisi sabu seberat 5,49 kg sabu di dalamnya,” ujarnya.

Oleh kedua tersangka sabu itu lalu dikemas dalam 8 kantong, untuk diserahkan ke tersangka lainnya. Esoknya, 11 Juli, sabu kemasan tersebut diserahkan ke J di Mall Sunter, Jakut. “Si J ini kemudian membagi sabu 5,49 kg itu ke dalam tiga tas berwarna biru. Tiga tas itu akan dibagikan ke pengedar lainnya. Salah satunya BA,” katanya.

Tersangka BA tiba di Jakarta dari Medan pada 10 Juli dan menginap disalah satu hotel di kawasan Jakarta Pusat. Rencananya 11 Juli malam dia akan ke Surabaya dengan kereta api melalui Stasiun Gambir. Namun, sebelum berangkat BA janjian bertemu dengan J di rumah makan di Jakpus untuk mengambil tas handbag warna biru yang berisi sabu.

“Saat transaksi itu J dan BA kami bekuk. Pada saat penangkapan itu kami mengamankan sabu 2,5 kg dari tangan BA dan dua tas handbag berisi 2,99 kg dari ransel milik J. Kepada petugas BA mengaku sabu yang diterimanya akan diserahkan ke seseorang di Surabaya,” kata Sumirat, sambil menambahkan AMP dan IN dibekuk di sebuah hotel di kawasan Plumpang, Jakut.

Dari pemeriksaan terhadap AMP dan IN, diketahui masih terdapat empat kantong paket sabu dengan berat 3 kg. Sabu tersebut disimpan di rumah orang tua IN di Siantar. Petugas mengamankan barang bukti tersebut pada 13 Juli lalu. “Jadi total dari pengungkapan kasus ini yang disita petugas sebanyak 8,49 kg. Dari pengungkapan ini setidaknya telah berhasil menggagalkan 33.960 tindak penyalahgunaan narkoba di Indonesia,” beber Sumirat.

Sedap Coy ... Sekali Transaksi dapat 20 ikat

Direktur Narkotika Sintesis Deputi Pemberantasan BNN, Atrial, menuturkan, tersangka AMP diupah Rp 20 juta untuk sekali perjalanan ke India. Di Jakarta, AMP diupah Rp 10 juta.

"Sopir angkot yang terlibat ini direkrut (pengedar), diberi 10 juta. AMP ke India dapat 20 juta," ujar Atrial dalam jumpa pers di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (16/7/2013).

BNN juga menangkap tiga tersangka lain, yakni BA, J, dan IN. IN dan AMP adalah tersangka yang biasa ke India untuk mengambil sabu-sabu. Adapun BA dan J berperan menerima narkoba di Jakarta.

Tersangka IN mengaku mengenal barang haram itu dari temannya. "Mereka (AMP dan IN) ini kurir internasional. AMP dan IN ke India dapat 20 juta per orang," kata Atrial.

Dengan tangan terborgol, mengenakan baju tahanan warna biru dan celana pendek, serta wajah tertutup, AMP mengatakan sudah beberapa kali ke India untuk mengambil barang haram tersebut. "Sudah tiga kali ke India sama Jakarta," kata AMP saat ditanya wartawan seputar perbuatannya.

AMP mengatakan, ia diminta seorang bos untuk mengambil sabu-sabu di India. Sabu-sabu tersebut kemudian diselundupkan dan dibawa ke Jakarta. Di dalam negeri, tersangka menyembunyikan sabu-sabu dalam ban mobil.

"Ide dari si bosnya. Saya memang selalu disuruh (sembunyikan) di ban," ujar AMP.

Kepala Bagian Humas BNN Sumirat Dwiyanto mengatakan, berdasarkan informasi dari warga, BNN mengamati adanya transaksi yang dilakukan tersangka AMP dan IN di Pasar Mereng, Kisaran, Sumatera Utara. "Mereka kemudian menyembunyikan (sabu) di dalam ban serep untuk dibawa ke Jakarta," ujar Sumirat.

AMP dan IN tiba di Jakarta pada 10 Juli 2013 dengan perjalanan darat. Keduanya kemudian menginap di sebuah hotel di kawasan Sunter, Jakarta Utara. "Dari hotel itu keduanya membongkar ban serep berisi 5,49 kilogram sabu dan mengemasnya dalam 8 kantong," ujar Sumirat.

Delapan kemasan itu, lanjut Sumirat, rencananya akan diberikan oleh kedua tersangka kepada tersangka J. Keduanya bertemu J dan menyerahkannya di sebuah pusat perbelanjaan di Sunter. J kemudian membagi sabu-sabu itu kepada BA pada 11 Juli 2013.

"BA bertemu J di rumah makan di Jakarta Pusat dan menerima paket sabu dalam tiga kantong berisi 2,5 kilogram," ujar Sumirat.
Pada saat transaksi itulah, petugas BNN menangkap keduanya. Di hari yang sama, petugas juga meringkus AMP dan IN di sebuah hotel di wilayah Plumpang, Jakarta Utara.

Dari interogasi petugas, tersangka IN mengaku masih menyimpan 3 kilogram sabu-sabu di rumahnya di Siantar, Sumatera Utara. Petugas BNN kemudian mendatangi rumah orangtua IN yang menjadi lokasi tempat penyimpanan narkoba itu dan melakukan penyitaan.
Dari tangan tersangka, BNN menyita barang bukti sebanyak 8,49 kg. BNN masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lain yang ditengarai sebagai bos para keempat kurir tersebut.

0 komentar:

Post a Comment

AllNewsSite Link Exchange

Website health for siantar-inside.blogspot.com
Check google pagerank for siantar-inside.blogspot.com siantar-inside.blogspot.com-Google pagerank and Worth DMCA.com SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Search Engine Promotion Widget
siantar-inside.blogspot.com-Google pagerank,alexa rank,Competitor
Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter hit counter
visitor counter